Selasa, 05 Agustus 2014

PEMBELAHAN SEL MITOSIS



BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Setiap organisme memiliki keterbatasan untuk tumbuh dan berkembang, lalu pada suatu ketika akan mengalami proses penuaan dan akhirnya mati. Karenanya perlu pembentukan generasi baru untuk menggantikan generasi yang sudah mati agar tidak terjadi penyusutan populasi dan kepunahan populasi.
Reproduksi merupakan cara suatu organisme memperbanyak diri untuk kelangsungan hidup jenisnya. Reproduksi pada organisme selalu di dahului oleh reproduksi sel karena sel merupakan unit terkecil penyusun makhluk hidup. Setelah reproduksi sel  secara terus menerus yang menyebabkan organisme tumbuh dan berkembang barulah terjadi reproduksi untuk memperbanyak diri. Reproduksi tersebut dapat dibedakan menjadi reproduksi seksual (generatif) dan akseksual (vegetatif). Reproduksi pada tumbuhan lebih bervariasi dibandingkan dengan kebanyakan hewan.

B.     TUJUAN
Dalam pembuatan makalah ini penulis mempunyai maksud dan tujuan antara lain :
a.       Dapat mengetahui tentang pembelahan sel (Mitosis).
b.      Dapat mengetahui proses pembelahan sel (Mitosis).
c.       Dapat mengetahui hasil dari pembelahan sel (Mitosis).

C.    RUMUSAN MASALAH

a.       Apa pembelahan sel (Mitosis) itu ?

b.      Bagaimana proses dari pembelahan tersebut ?

c.       Apa hasil yang diperoleh dari pembelahan sel (Mitosis) tersebut ?

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    PENGERTIAN MITOSIS

Mitosis adalah prose pembelahan sel yang terjadi secara tidak langsung. Hal ini dikarenakan pada pembelahan sel secara mitosis terdapat adanya tahapan-tahapan tertentu. Tahapan-tahapan (fase-fase) yang terdapat pada pembelahan mitosis ini meliputi : profase, metafase, anafase, dan telofase.

Mitosis terjadi didalam sel somatik (sel tubuh) yang bersifat merismatik yaitu sel – sel yang hidup terutama sel – sel  yang sedang tumbuh. Mitosis terjadi hanya pada sel eukariot. Proses pembelahan secara mitosis menghasilkan dua sel anak yang mengandung jumlah kromosom / materi hereditas yang sama atau identik dengan induknya.

Tujuan mitosis, yakni sebagai berikut :

1.      Mengganti sel – sel yang rusak / Regenerasi.

2.      Perkembangan dari satu sel menjadi banyak.

3.      Membentuk individu yang baru (reproduksi sel baru) pada individu bersel tunggal.

 

B.     FASE MITOSIS

Pada sel – sel organisme multiseluler, proses pembelahan sel memiliki tahap – tahap tertentu yang disebut siklus sel. Sel – sel tubuh yang aktif melakukan pembelahan memiliki siklus sel yang lengkap. Siklus sel tersebut dibedakan menjadi dua fase (tahap) utama, yaitu interfase dan mitosis. Interfase terdiri atas 3 fase yaitu fase G (growth atau gap), fase S (synthesis), dan fase G2 (growth atau gap2).
          Pembelahan mitosis dibedakan atas dua fase, yaitu kariokinesis dan sitokinesis, kariokinesis adalah proses pembagian materi inti yang terdiri dari beberapa fase, yaitu Profase, Metafase, dan Telofase. Sedangkan sitokinesis adalah proses pembagian sitoplasma kepada dua sel anak hasil pembelahan.

 

1.      Kariokinesis

Kariokinesis selama mitosis menunjukkan ciri yang berbeda – beda pada tiap fasenya. Beberapa aspek yang dapat dipelajari selama proses pembagian materi inti berlangsung adalah berubah – ubah pada struktur kromosom, membran inti,  mikro tubulus dan sentriol. Ciri dari tiap fase pada kariokinesis adalah:

 

a.      Profase

1.      Benang – benang kromatin berubah menjadi kromosom. Kemudian setiap kromosom membelah menjadi kromatid dengan satu sentromer.

2.      Dinding inti (nucleus) dan anak inti (nucleolus) menghilang.

3.      Pasangan sentriol yang terdapat dalam sentrosom berpisah dan bergerak menuju kutub yang berlawanan.

4.      Serat – serat gelendong atau benang – benang spindle terbentuk diantara kedua kutub pembelahan.

 

b.      Metafase
Setiap kromosom yang terdiri dari sepasang kromatida menuju ketengah sel dan berkumpul pada bidang pembelahan (bidang ekuator), dan menggantung pada serat gelendong melalui sentromer atau kinetokor.

 

c.       Anaphase
Sentromer dari setiap kromosom membelah menjadi dua dengan masing – masing satu kromatida. Kemudian setiap kromatida berpisah dengan pasangannya dan menuju kekutub yang berlawanan.
Pada akhir nanfase, semua kroatida sampai pada kutub masing – masing.

 

d.      Telofase
Pada telofase terjadi peristiwa berikut:

1.      Kromatida yang berada pada kutub berubah menjadi benang – benang kromatin kembali.

2.      Terbentuk kembali dinding inti dan nucleolus membentuk dua inti baru.
3.      Serat – serat gelendong menghilang.
4.      Terjadi pembelahan sitoplasma (sitokenesis) menjadi dua bagian, dan terbentuk membrane sel pemisah ditengah bidang pembelahan. Akhirnya , terbentuk dua sel anak yang mempunyai jumlah kromosom yang sama

2.       Sitokinesis
Selama sitokinesis berlangsung, sitoplasma sel hewan dibagi menjadi dua melalui terbentuknya cincin kontraktil yang terbentuk oleh aktin dan miosin pada bagian tengah sel. Cincin kontraktil ini menyebabkan terbentuknya alur pembelahan yang akhirnya akan menghasilkan dua sel anak. Masing – masing sel anak yang terbentuk ini mengandung inti sel, beserta organel – organel selnya. Pada tumbuhan, sitokinesis ditandai dengan terbentuknya dinding pemisah ditengah – tengah sel. Tahap sitokinesis ini biasanya dimasukkan dalam tahap telofase.

C.    HASIL MITOSIS
1.      Satu Sel induk yang diploid (2n) menjadi 2 sel anakan yang masing – masing diploid.
2.      Jumlah kromosom sel anak sama dengan jumlah kromosom sel induknya.
3.      Sel anak memiliki materi hereditas yang sama dengan induknya.

 
 
BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Pembelahan sel ada beberapa macam, salah satunya yaitu pembelahan sel Mitosis. Pembelahan mitosis menghasilkan sel anakan yang jumlah kromosomnya sama dengan jumlah kromosom sel induknya, Pembelahan mitosis dibedakan atas dua fase, yaitu kariokinesis yang terdiri dari beberapa fase, yaitu Profase, Metafase, Telofase dan yang kedua adalah fase sitokinesis.

B.  SARAN
Demikianlah makalah ini penulis buat dengan masih terdapat kekurangan. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk tercapainya suatu kesempurnaan sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan karya ilmiah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Unggulan

PEPAYA SEBAGAI TANAMAN BERKHASIAT OBAT - Kandungan, Manfaat dan Petunjuk Pemakaian - Ubanan Sebelum Waktunya? Atasi Dengan Ini..

Pepaya ( Carica Papaya L .) berasal dari Amerika Tengah, berbuah sepanjang tahun dimulai pada umur 6-7 bulan dan mulai berkurang setelah umu...

Postingan Populer