Rabu, 30 Oktober 2013

NEMATODA (NEMATODE)


A.   PENGERTIAN 
Dari bahasa yunani nematoda adalah sebuah filum. Filum ini merupakan salah satu filum yang beranggotakan terbanyak, yaitu sekitar 80.000 spesies, 15.000 diantaranya merupakan parasit.
Secara umum siklus hidup nematoda parasit tumbuhan itu hampir sama. Telur menetas menjadi larva yang bentuk dan strukturnya sama dengan dewasa. Larva berkembang  dengan melakukan pergantian kulit pada setiap akhir fase. Semua jenis nematoda mempunyai empat fase larva, pada fase ini nematoda sangat aktif menginfeksi akar. Pada pergantian kulit yang terakhir maka dapat diketahui jenis nematoda jantan atau betina. Nematoda jantan ditandai dengan adanya specula. Sedangkan nematoda betina mempunyai vulva dan dapat menghasilkan telur yang fertile setelah mengadakan perkawinan dengan nematoda jantan atau dengan  cara parthenogenesis. Apabila kondisi menguntungkan untuk hidup maka siklus hidup bisa mencapai 3 – 4 minggu.
               Ciri-ciri umum nematoda, yaitu sebagai berikut : 
     1.      Mempunyai saluran pencernaan dan rongga badan, rongga badan tersebut dilapisi oleh selaput seluler sehingga disebut speudosel atau  psedoseloma.
     2.      Potongan melintangnya berbentuk bulat, tidak bersegmen dan ditutupi oleh kutikula yang disekresi oleh lapisan hipodermis (lapisan sel yang ada dibawahnya). Nametoda ukurannya sangat kecil dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Untuk melihatnya harus dengan mikroskop. Terlihat bentuk nematoda seperti cacing dengan ujung dan pangkalnya yang meruncing. Dengan ukuran yang sangat kecil nematoda mampu menembus jaringan tanaman. Kemudian menginfeksi larva hama yang berada di dalam batang tanaman. Gejala serangan nematoda terhadap tanaman terbagi atas dua kelompok : 
     A.    Gejala serangan di atas permukaan tanah :
1.      Pertumbuhan tidak normal yang diakibatkan oleh luka pada tunas, titik tumbuh, dan primordial bunga.
a.       Tunas mati
Kadang–kadang serangan nematoda dapat menyebabkan matinya tunas atau titik tumbuh tanaman, sehingga tanaman tidak dapat hidup.
b.      Batang dan daun mengkerut
Serangan nematoda pada titi tumbuh tanaman, kadang–kadang tidak sampai menyebabkan tanaman mati dan masih memungkinkan batang, daun, atau struktur lain dapat berkembang. Namun perkembangan organ–organ tersebut tidak sempurna sehingga menyebabkan terjadinya pengerutan atau pemuntiran.
c.       Puru biji
Biji tanaman rumputan atau biji–bijian yang terserang larva anguina. Setelah bunga terbentuk, nematoda yang telah tumbuh sempurna mulai masuk dan menyerang bagian ini sampai menatoda dewasa. Di tempat inilah nematoda berkembangbiak. Akibatnya primordial bunga akan membentuk puru yang di dalamnya berisi sejumlah besar larva nematoda. Nematoda ini mampu hidup pada waktu yang cuup lama.

2.      Pertumbuhan tidak normal sebagai akibat terjadinya luka pada bagian dalam batang dan daun
a.       Nerosis
Beberapa jenis nematoda hidup dan makan dalam jaringan batang dan daun akibatnya terjadi nekrosis.
b.      Becak dan Luka Daun
Nematoda yang menyerang daun kadang-kadang makan dan merusak parenkin. Nematoda tersebut masuk melalui stomata.
c.       Puru pada daun
Anguina balsamophila dan A. millefolii menyebabkan terjadinya puru pada daun yang terserang oleh nematode ini.

       B.     Gejala serangan di bawah permukaan tanah
1.      Puru akar
Gejala ini tampak apabila suatu tanaman terserang nematode puru akar. Ada beberapa jenis nematoda yang menyebabkan puru akar, yaitu Naccobus dan Ditylehus radicicola. Kedua nematoda tersebut membentuk puru akar tanaman obat, barley dan jenis rerumputan lain.

2.      Busuk
Nematoda yang masuk pada tanaman menyebabkan luka. Terjadinya luka ini mula-mula disebabkan oleh cucukan nematoda, namun kerusakan yang lebih berat yang terjadi selanjutnya mungkin diakibatkan oleh serangan organisme lain yang masuk sebagai hama skunder.

3.      Nekrosis pada permukaan
Nematoda yang makan akar tanaman dari luar, mungkin akan menyebabkan matinya sel-sel yang terdapat di permukaan jaringan. Keadaan ini selanjutnya akan mengakibatkan terjadinya perubahan warna pada bagian tersebut. Apabila populasi nemaroda yang menyerang tinggi dapat menyebabkan matinya sel-sel epidermis, sehingga akar-akar yang masih muda akan berubah warnanya menjaid kekuningan sampai kecoklat-coklatan.

4.      Luka
Gejala ini terjadi apabila cucukan nematoda menyebabkan terjadinya luka yang berukuran kecil samapi sedang.

5.      Percabangan akar yang berlebihan
Adanya serangan nematoda dapat memacu terbentuknya akar-akar kecil disekitar ujung akar.

6.      Luka atau kematian ujung akar
Setelah nematoda makan pada akar, mengakibatkan ujungnya akan terhenti pertumbuhannya demikian pula terhentinya pertumbuhan cabang-cabang akar, sehingga akan timbul gejala :
a.       Stubby root”, yaitu cabang-cabang akar yang berukuran kecil akan terhenti pertumbuhannya, sehingga membentuk ikatan akar.
b.      Coarse roof”, yaitu apabila pertumbuhan akar yang menyamping terhenti, beberapa diantaranya berukuran pendek, system perakaran utama lebih besar dan tidak banyak dijumpai akar-akar kecil.
c.       Curly tip”, yaitu luka yang terjadi pada sisi akar dekat ujung, yang mungkin akan menghambat pertumbuhan dan pemanjangan akar pada bagian sisi tersebut. Akibatnya akar akan memuntir. Gejala ini timbul akibat serangan nematode Xiphinema (dagger nematode).

    B.   TANAMAN PENGENDALI
Dari biji dan daun nimba kita bisa membuat pestisida organik untuk menggendalikan hama tersebut. Biji dan daun nimba mengandung bahan aktif azadirachtin, salanin, nimbinen dan meliantriol. Pestisida nabati yang dihasilkan dari daun nimba sangat efektif untuk mengendalikan hama ulat, hama penghisap dan nematoda puru akar. Selain itu nimba juga berfungsi untuk mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh jamur fusarium dan sclerotium serta bakteri.
Tehnik cara pembuatan pestisida nabati dari biji nimba adalah sebagai berikut:
  1. Tumbuk sampai halus 200-300 gr biji nimba
  2. Rendam dalam 10 lt air selama semalam
  3. Saring larutan tersebut dengan kain
  4. Larutan siap disemprotkan ke tanaman
Selain itu juga dapat :
              1.       100 gr biji mimba ditumbuk halus dan diaduk dengan 20 cc alkohol.
  1. Diencerkan dengan 2 liter air.
  2. Endapkan selama 24 jam.
  3. Encerkan pestisida diatas dengan perbandingan 1 liter pestisida untuk 14 liter air (1 tangki semprot)
  4. Semprotkan pada batang dan daun tanaman padi yang ada hamanya.
  5. Siramkan pestisida tersebut pada pangkal batang tanaman yang terserang nematoda.
Tehnik cara pembuatan pestisida nabati dari daun nimba adalah sebagai berikut:
  1. Tumbuk halus 1 kg daun nimba kering/ daun nimba segar
  2. Rendam hasil tumbukan tersebut selama semalam
  3. Saring dengan kain larutan tersebut
  4. Larutan siap disemprotkan
Serbuk daun dan biji nimba kering juga sangat efektif digunakan untuk mengendalikan nematoda puru akar pada tanaman tembakau. Cara penggunaannya adalah dengan cara menaburkan 15-30 gr serbuk daun nimba/ 5-10 gr serbuk biji nimba pada lubang tanam tembakau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Unggulan

PEPAYA SEBAGAI TANAMAN BERKHASIAT OBAT - Kandungan, Manfaat dan Petunjuk Pemakaian - Ubanan Sebelum Waktunya? Atasi Dengan Ini..

Pepaya ( Carica Papaya L .) berasal dari Amerika Tengah, berbuah sepanjang tahun dimulai pada umur 6-7 bulan dan mulai berkurang setelah umu...

Postingan Populer